Press "Enter" to skip to content

SleepingwithManhattan.com Posts

7 Cara Menghentikan Kebiasaan Buruk Kronis Suami

Ingat ketika masih berpacaran, pasangan kamu selalu terlihat luar biasa. Mereka tidak pernah menampakan kebiasaan buruknya karena takut kamu akan pergi meninggalkannya. Tapi, berbeda dengan ketika kalian sudah menikah. Semua kebiasaan buruknya mulai muncul karena dia merasa sudah memiliki kamu sepenuhnya dan tidak begitu takut lagi kehilangan.

Kebiasaan buruk suami bisa bermacam-macam, ada yang merusak kesehatan seperti merokok atau begadang menonton pertandingan bola dan lama menghabiskan waktu melihat situs bola. Ada yang mengganggu hubungan rumah tangga seperti terlalu sering menghabiskan waktu bersama teman-teman dibandingkan bersama keluarga di rumah atau yang mengganggu masalah finansial seperti bermain judi.

kebiasaan buruk suami

Kalau kamu mulai kesal dengan kebiasaan buruk suami dan ingin segera menyudahinya, berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu kamu menghentikan atau setidaknya mengurangi kebiasaan buruk suami-mu.

  1. Biarkan ia tahu bahwa Anda merasa terganggu.

Terkadang suami melakukannya karena tidak sadar bahwa yang dilakukannya adalah kebiasaan yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, suami akan terus mengulang perbuatannya dan akan membuat kamu semakin kesal. Untuk mengatasinya, katakan pada suami kalau kamu merasa kesal jika ia melakukan kebiasaannya itu. Dengan begitu suami akan tahu jika yang dilakukannya telah mengganggu istri yang dicintainya.

  1. Mulailah dari diri Kamu sendiri

Bisa jadi kebiasaan buruk yang dilakukan oleh suami dilakukan juga oleh-mu. Kalau begini, seberapa sering pun kamu menasehati suami akan menjadi sia-sia. Kamu juga tidak punya hak untuk menasehati suami tentang kebiasaan buruknya kalau kamu juga masih melakukan kebiasaan buruk itu. Jadi solusinya adalah mulai dari diri-mu sendiri. Kamu akan menjadi contoh untuknya dan secara tidak sadar dia akan mengikuti kebiasaan baik kamu itu.

  1. Bicarakan dengan Cara yang Baik

Ini salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh istri. Memberitahukan tentang kebiasaan buruk suami tapi dengan cara yang tidak membuat suami nyaman misalnya membentak. Dengan membentak atau marah-marah, insting suami akan memerintahkan untuknya membela diri dan akhirnya akan mendatangkan perselisihan yang akan merusak rumah tangga kalian. Maka katakan lah dengan cara yang baik, sebisa mungkin jangan sampai membuatnya tersinggung.

  1. Jangan Melarang, Buat Batasan

Untuk kebiasaan yang sulit dihilangkan, jangan langsung melarang suami untuk melakukannya karena hanya akan membuat ia melakukan kebiasaannya dengan sembunyi-sembunyi dan semakin sulit untuk dikendalikan. Buatlah batasan, coba untuk mengurangi kebiasaannya setiap hari, seiring berjalannnya waktu kebiasaannya akan hilang dengan sendirinya.

hentikan kebiasaan buruk suami

  1. Mencoba Komunikasi yang Berbeda

Jika percakapan biasa tidak mempan pada suami kamu, cobalah komunikasi lain. Kamu bisa coba bernostalgia dengan cara lama ketika kamu berpacaran untuk mengingatkan masa-masa indah dulu ketika suami-mu berjuang mati-matian mendapatkan kamu. Melalui surat juga akan terasa romantis dan dapat lebih menghangatkan rumah tangga kalian berdua.

  1. Buat Menarik dengan Imbalan

Boys will always be boys”, begitulah ungkapan yang disematkan bagi para kaum lelaki. Memang tidak salah, berapa pun umurnya lelaki akan selalu memiliki sisi kekanak-kanakan. Oleh karena itu, manfaatkan sisi ini untuk menghentikan kebiasaannya. Anak akan melakukan apa saja demi mendapatkan imbalan. Berikan imbalan yang menarik jika dia bisa menghentikan kebiasaan buruknya.

  1. Tunjukan Bahwa Kamu Ingin Membantu

Beberapa suami berpikir jika istrinya melarang kebiasaan buruk yang dilakukannya hanya ingin merusak kesenangannya saja. Kamu sebagai istri harus segala meluruskan masalah itu jika memang suami-mu berpikir seperti itu. Tunjukan padanya jika kamu ingin membantu dan membuatnya menjadi pria yang lebih baik untuk kamu dan keluarganya.

Tips Mengatasi Anak yang Sering Ngambek dan Sulit Diatur

Diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk merawat anak merupakan suatu anugerah yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Saking sayangnya, terkadang orang tua memperlakukan buah hati mereka terlalu berlebihan. Akibatnya, timbullah beberapa perangai yang kurang baik, seperti mudah marah dan tersinggung, berteriak-teriak, dan lainnya. Dan yang menjengkelkan adalah kondisi ngambek.

Kalau anak ngambek tentu sulit diajak berkoordinasi dan menyelesaikan masalah. Seperti misalnya, setelah makan anak dibiasakan untuk turut membantu mencuci piring di dapur. Namun karena ia sedang ngambek, maka untuk melakukan kegiatan tersebut cukup sulit.

Tapi, tampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi seorang artis sekaligus presentar Astrid Tiar. Ia mengaku punya cara jitu menghadapi anak yang suka ngambek dan sulit diatur. Ibu dua anak ini bahkan pernah mengatakan pada media, tips yang sering ia lakukan untuk meredam kelakuan anaknya ketika sedang ngambek, yaitu dengan mengajaknya berdiskusi atau ngobrol.

tips menghadapi anak ngambek

“Aku lebih cenderung ngajak dia ngobrol sih ya. Lebih ke negosiasi aja. Biasanya itu berhasil dan bikin dia nggak ngambek lagi.” Kata Astrid selama event #MyBabyKeramasCeria di Playparq, Kemang, pada 28 Februari 2017 silam.

Lebih lanjut Astrid menjelaskan, kalau saat anaknya ngambek, nangis, dan guling-guling di tempat umum, maka ia memilih untuk membiarkan si anak melakukan hal tersebut. Sebab, menurutnya anak akan capek sendiri jika berlama-lama ngambek dan marah.  Meski terlihat tak acuh, sebenarnya Astrid juga memperhatikan buah hatinya. Biasanya secara lembut ia menyampaikan ke anaknya kalau menangis tidak akan mengubah apa pun, sehingga secara perlahan, sang buah hati pun diam dan mengerti.

Hal serupa juga sempat diutarakan oleh psikolog anak, Anastasia Satruyo, MPSi. Menurutnya, anak-anak yang ngambek bukanlah tanpa alasan. Mereka bertindak demikian karena belum mengenal sisi emosionalnya sendiri. Ketimbang menyalahkan anak, Anastasia menyarankan para orang tua agar memperkenalkan sejumlah tipe emosi pada anak, supaya mereka paham dan tahu konsekuensinya.

Tips Mengatasi Anak Ngambek

Anak yang ngambek sebenarnya sedang menunjukkan emosinya, tetapi ia tidak tahu cara yang benar mengekspresikannya seperti orang dewasa pada umumnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Anastasia membagikan tipsnya kepada orang tua dalam mengatasi situasi anak ngambek.

anak ngambek

Beri waktu pada anak

Anastasia berpendapat untuk membiarkan anak-anak mengungkapkan emosinya dan ajak mereka bicara, sehingga mereka lebih mudah diberi nasehat meski hanya melalui perkataan mulut saja. Selain itu, pastikan orang tua berada dalam kondisi yang tenang dan berhati-hati saat menghadapi situasi tersebut. Untuk membuat anak mengerti dan paham memang tidaklah mudah, sehingga diperlukan kestabilan emosi dan ketenangan dalam menghadapi sang buah hati.

Selain itu, kadang-kadang karena anak ngambek ia akan meminta sesuatu yang ingin dipenuhi. Nah, pada saat seperti ini orang tua harus bijak. Tidak semua keinginan anak dikabulkan meski alasannya sayang dan tidak tega.  Dijelaskan juga bahwa saat anak ngambek dan marah, biarkan ia sendiri terlebih dahulu lalu ajaklah bicara jika kondisi sudah membaik, sehingga emosinya sudah cukup tenang dan  bisa menerima pendapat atau perkataan orang lain.

Jangan merayu anak

Hal paling dihindari adalah merayu anak untuk membuatnya tenang. Sikap seperti ini akan menjadikannya seorang pemarah dan mudah ngambek. Ia akan berpikir bahwa cara ngambek bisa membuat orang tua mengeluarkan berbagai jurus atau rayuan yang bikin ia makin senang ke depannya.

Sekilas masalah tersebut tampak sepele. Tetapi perlu disadari bahwa kebiasaan ngambek tanpa memberi pemahaman akan membawa dampak bagi anak, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Dan tentunya, secara emosional, anak menjadi lebih rapuh.

6 Tips Mudah Membangun Kedisiplinan Anak

Anak adalah anugerah dari Sang Pencipta. Sebagai anugerah, orang tua sudah sewajarnya menyayangi dan menghargai buah hati mereka. Tapi, sayangnya, banyak lho orang tua yang ngga tahu bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan benar sesuai dengan fitrahnya. Padahal, hampir setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang yang disiplin dan penurut.

Mendidik agar anak disiplin dan patuh terhadap ayah bundanya bukan hal yang gampang. Kita semua sebagai orang tua ngerasain kan? Karena walaupun mereka anak kita, mereka punya karakter masing-masing. Makanya, tiap anak ada caranya tersendiri, ngga bisa disamaratakan. Lalu, gimana dong supaya target anak disiplin dan patuh bisa terealisasi? Mungkin beberapa tips di bawah ini bisa sedikit ngebantu kebingungan ayah bunda:

  1. Ayah Bunda yang Kompak

Menurut Jane Nelsen  dalam buku “Positive Discipline”, kunci sukses yang pertama dan utama adalah ayah bunda yang kompak. Ga perlu tuh adu kekuatan dengan pasangan di depan anak supaya dihormati. Jadi, ga usah ya merasa harus jadi paling hebat di depan anak dengan adu argumen yang justru akan bikin anak-anak bingung. Anak adalah peniru ulung. Jangan sampai anak-anak ngikutin sifat ayah bundanya  yang satu ini di lingkungan sosialnya.

Ayah bunda wajib untuk selalu kompak dalam mendisiplinkan anak. Kalau anak sudah melanggar aturan, jangan sampai rasa ga tegaan membuat ayah atau  bunda juga melanggar aturan yang dibuat sendiri di rumah. Kesalahan anak harus dilurusin, jangan dibenarkan dengan alasan apapun. Ayah bunda harus selalu satu suara untuk perbaikan ini. Hal ini supaya anak ngga ngerasa bingung.

  1. Berikan Contoh Bukan Kata-Kata

Jadi orang tua teladan ya ayah, bunda! Anak-anak akan ngikutin apa yang orang tua contohkan. Misalnya, ayah menyuruh anak untuk mengerjakan sholat. Caranya dengan ngajak anak berangkat ke masjid bareng dengan ayahnya. Disiplin artinya melakukan bersama, bukan memberi perintah. Ajak anak-anak ikut serta bersama-sama dalam kegiatan yang orang tua ingin anak-anak kuasai jadi bonding antara anak dengan ayah dan bundanya semakin kuat.

 

tips membangun disiplin anak

 

  1. Pendidikan Agama Sejak Dini

Bentuk pribadi anak  dengan cara mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Ini sudah satu aturan baku, lho! Karena bagi kita yang meyakini agama, membentuk anak sejalan dengan nilai-nilai agama, akan memudahkan proses pendisiplinan. Anak jadi tahu, mana yang baik, mana yang buruk.

Tanggung jawab pendidikan agama ini mutlak di tangan orang tua ya, jangan anggap ini tugas lembaga sekolah. Ayah dan bunda harus siap mengajarkan dasar pendidikan agama sejak dari rumah. Jadi, sebagai orang tua, kita juga perlu belajar ilmu agama sebelum bisa jadi teladan buat anak kita sendiri.

  1. Aturan adalah aturan!

Mau anak yang disiplin dan penurut? Yakin? Kalo iya, bikin aturan dengan sanksi yang jelas. Caranya, diskusi bareng dengan anak-anak untuk nentuin aturan dan sanksi yang sesuai. Diskusi ini bisa bikin anak merasa terlibat dan membuat mereka menghormati hasil diskusi. Sekalian, mengajarkan ke anak proses pengambilan keputusan.  Tapi ingat, hukuman ngga boleh dalam bentuk kekerasan, ya! Kita harus bisa mengajarkan, kekerasan sebagai jalan terakhir.

Selain hukuman, orang tua bisa memberikan hadiah untuk anak-anak karena telah bersikap baik. Supaya anak-anak termotivasi dan paham, mendapat hadiah jauh lebih nyenengin daripada dihukum.

Aturan harus bersifat fix ya, supaya ga ngebingungin anak. Kita sedang membentuk karakter anak, dan itu butuh konsistensi. Sebelumnya yuk, jadi orang tua yang komit dan konsisten.

berkomunikasi dengan anak

 

  1. Komunikasi Hangat dan Terbuka

Tips selanjutnya yang harus dilakukan orang tua setiap hari adalah komunikasi. Komunikasi di sini, ga sekedar ngobrol ya bun, tapi komunikasi dua arah yang hangat dan terbuka. Sebagai orang tua, kita harus jadi tempat pertama anak-anak curhat. Kita juga harus jadi tempat pertama anak-anak memberikan informasi. Kenapa? Karena kebanyakan anak-anak yang tidak disiplin dan membangkang orang tuanya sebabnya karena orang tua ga mau mendengar keluh kesah mereka.

Sedih ga sih, tau anak kita lebih suka ngobrol berjam-jam dengan temannya yang mungkin aja kasih saran yang menyimpang. Yuk, ayah, bunda, buka hati kita, terima anak-anak kita dan luangkan waktu berkomunikasi dengan mereka dan bukan menjadi majikan mereka.

  1. Doakan Anak Selalu dan Selalu

Sebaik-baik orang tua ngejaga, tetap kita ga bisa mencegah pengaruh buruk kepada anak-anak kita. Kita sudah maksimal ngejaga, ngedidik, ngasih tau sebagai orang tua dan teman. Tapi, kok anak masih belum disiplin dan patuh? Jawabnya cuma satu, anak kita bukanlah diri kita. Mereka adalah makhluk mungil dengan takdir dan karakter mereka sendiri. Jadi, langkah terakhir dan utama yaitu mendoakan mereka.

Doakan mereka selalu, setiap saat. Supaya yang baik tertanam di diri mereka tetap diingat. Dan yang buruk di sekelilling mereka bisa dihindari. Pada Tuhan kita serahkan anak-anak kita.

Bagaimana ayah bunda dengan tipsnya? Tidak sulit bukan? Cuma butuh konsistensi dan tekad yang kuat untuk ngejalaninnya. Good luck Ayah Bunda!