Press "Enter" to skip to content

Author: kenneth

Mengenal Gejala ADHD pada Anak dan Cara Menanganinya

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang terjadi pada anak. Gejala ADHD pada anak mencakup:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan mengendalikan impuls
  • Aktifitas berlebihan

Meski tidak ditemukan penyebab spesifik dari ADHD, ada banyak faktor sosial, biologis, dan lingkungan yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita gangguan ini.

anak adhd

ADHD sendiri dibagi menjadi 3 sub-tipe,

  • Tipe Predominan Inatentif (ADHD-PI)

Ada 6 atau lebih gejala inattention, namun hanya sedikit gejala hyperactivity-impulsivity  yang terjadi pada anak hingga dikategorikan sebagai ADHD-PI. Biasanya anak dengan gangguan ADHD ini akan sulit tidur dan tampak jarang melamun. Gejala lainnya adalah kesulitan belajar, lambat memproses informasi, dan kesulitan mengingat.

  • Tipe Predominan Hiperaktif-Impulsif (ADHD HI)

Sebaliknya, anak dikategorikan menderita ADHD-HI jika ditemukan enam atau lebih gejala hyperactivity-impulsivity tapi sedikit gejala inattention pada saat diagnosa. Masalah yang timbul pada anak dengan ADHD-HI adalah kesulitan untuk mengontrol perilaku. Tampak agresif dan sering membangkang. Sering ditemukan pada anak-anak di usia pra-sekolah.

  • Tipe Kombinasi (ADHD-C)

Seperti yang telah disiratkan di dalam namanya, ADHD tipe ini adalah kombinasi dari 2 kategori di atas di mana anak terdiagnosa dengan 6 atau lebih gejala baik itu inattention ataupun hyperactivity-impulsivity. Otomatis gejala yang timbul pun kombinasi dari keduanya.

Orang dengan ADHD memiliki resiko tinggi menderita kecemasan, depresi, mood swing, dan lebih mudah terjebak di dalam penggunaan narkoba dan alkohol. Akan menghadapi banyak permasalahan interpersonal dan masalah akademis dari sejak kanak-kanak.

Pertolongan Pertama Pada ADHD

Kenali gejala ADHD pada anak secepatnya dengan membawanya ke ahli medis yang mampu mendiagnosa dengan baik gangguan mental ini seperti dokter, psikolog atau psikiater anak. Dapatkan informasi secara mendetail seperti tipe ADHD dan seberapa parah level ADHD yang diderita anak.

Ada dua cara pengobatan yang bisa dilakukan, yang pertama adalah dengan obat-obatan yang tentunya harus dengan rekomendasi ahli medis. Dan yang kedua adalah dengan terapi untuk melatih anak mengendalikan perilaku dan dorongan yang ada di dalam dirinya.

7 Cara Menghentikan Kebiasaan Buruk Kronis Suami

Ingat ketika masih berpacaran, pasangan kamu selalu terlihat luar biasa. Mereka tidak pernah menampakan kebiasaan buruknya karena takut kamu akan pergi meninggalkannya. Tapi, berbeda dengan ketika kalian sudah menikah. Semua kebiasaan buruknya mulai muncul karena dia merasa sudah memiliki kamu sepenuhnya dan tidak begitu takut lagi kehilangan.

Kebiasaan buruk suami bisa bermacam-macam, ada yang merusak kesehatan seperti merokok atau begadang menonton pertandingan bola dan lama menghabiskan waktu melihat situs judi bola. Ada yang mengganggu hubungan rumah tangga seperti terlalu sering menghabiskan waktu bersama teman-teman dibandingkan bersama keluarga di rumah atau yang mengganggu masalah finansial seperti bermain judi.

kebiasaan buruk suami

Kalau kamu mulai kesal dengan kebiasaan buruk suami dan ingin segera menyudahinya, berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu kamu menghentikan atau setidaknya mengurangi kebiasaan buruk suami-mu.

  1. Biarkan ia tahu bahwa Anda merasa terganggu.

Terkadang suami melakukannya karena tidak sadar bahwa yang dilakukannya adalah kebiasaan yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, suami akan terus mengulang perbuatannya dan akan membuat kamu semakin kesal. Untuk mengatasinya, katakan pada suami kalau kamu merasa kesal jika ia melakukan kebiasaannya itu. Dengan begitu suami akan tahu jika yang dilakukannya telah mengganggu istri yang dicintainya.

  1. Mulailah dari diri Kamu sendiri

Bisa jadi kebiasaan buruk yang dilakukan oleh suami dilakukan juga oleh-mu. Kalau begini, seberapa sering pun kamu menasehati suami akan menjadi sia-sia. Kamu juga tidak punya hak untuk menasehati suami tentang kebiasaan buruknya kalau kamu juga masih melakukan kebiasaan buruk itu. Jadi solusinya adalah mulai dari diri-mu sendiri. Kamu akan menjadi contoh untuknya dan secara tidak sadar dia akan mengikuti kebiasaan baik kamu itu.

  1. Bicarakan dengan Cara yang Baik

Ini salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh istri. Memberitahukan tentang kebiasaan buruk suami tapi dengan cara yang tidak membuat suami nyaman misalnya membentak. Dengan membentak atau marah-marah, insting suami akan memerintahkan untuknya membela diri dan akhirnya akan mendatangkan perselisihan yang akan merusak rumah tangga kalian. Maka katakan lah dengan cara yang baik, sebisa mungkin jangan sampai membuatnya tersinggung.

  1. Jangan Melarang, Buat Batasan

Untuk kebiasaan yang sulit dihilangkan, jangan langsung melarang suami untuk melakukannya karena hanya akan membuat ia melakukan kebiasaannya dengan sembunyi-sembunyi dan semakin sulit untuk dikendalikan. Buatlah batasan, coba untuk mengurangi kebiasaannya setiap hari, seiring berjalannnya waktu kebiasaannya akan hilang dengan sendirinya.

hentikan kebiasaan buruk suami

  1. Mencoba Komunikasi yang Berbeda

Jika percakapan biasa tidak mempan pada suami kamu, cobalah komunikasi lain. Kamu bisa coba bernostalgia dengan cara lama ketika kamu berpacaran untuk mengingatkan masa-masa indah dulu ketika suami-mu berjuang mati-matian mendapatkan kamu. Melalui surat juga akan terasa romantis dan dapat lebih menghangatkan rumah tangga kalian berdua.

  1. Buat Menarik dengan Imbalan

Boys will always be boys”, begitulah ungkapan yang disematkan bagi para kaum lelaki. Memang tidak salah, berapa pun umurnya lelaki akan selalu memiliki sisi kekanak-kanakan. Oleh karena itu, manfaatkan sisi ini untuk menghentikan kebiasaannya. Anak akan melakukan apa saja demi mendapatkan imbalan. Berikan imbalan yang menarik jika dia bisa menghentikan kebiasaan buruknya.

  1. Tunjukan Bahwa Kamu Ingin Membantu

Beberapa suami berpikir jika istrinya melarang kebiasaan buruk yang dilakukannya hanya ingin merusak kesenangannya saja. Kamu sebagai istri harus segala meluruskan masalah itu jika memang suami-mu berpikir seperti itu. Tunjukan padanya jika kamu ingin membantu dan membuatnya menjadi pria yang lebih baik untuk kamu dan keluarganya.

Tips Mengatasi Anak yang Sering Ngambek dan Sulit Diatur

Diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk merawat anak merupakan suatu anugerah yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Saking sayangnya, terkadang orang tua memperlakukan buah hati mereka terlalu berlebihan. Akibatnya, timbullah beberapa perangai yang kurang baik, seperti mudah marah dan tersinggung, berteriak-teriak, dan lainnya. Dan yang menjengkelkan adalah kondisi ngambek.

Kalau anak ngambek tentu sulit diajak berkoordinasi dan menyelesaikan masalah. Seperti misalnya, setelah makan anak dibiasakan untuk turut membantu mencuci piring di dapur. Namun karena ia sedang ngambek, maka untuk melakukan kegiatan tersebut cukup sulit.

Tapi, tampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi seorang artis sekaligus presentar Astrid Tiar. Ia mengaku punya cara jitu menghadapi anak yang suka ngambek dan sulit diatur. Ibu dua anak ini bahkan pernah mengatakan pada media, tips yang sering ia lakukan untuk meredam kelakuan anaknya ketika sedang ngambek, yaitu dengan mengajaknya berdiskusi atau ngobrol.

tips menghadapi anak ngambek

“Aku lebih cenderung ngajak dia ngobrol sih ya. Lebih ke negosiasi aja. Biasanya itu berhasil dan bikin dia nggak ngambek lagi.” Kata Astrid selama event #MyBabyKeramasCeria di Playparq, Kemang, pada 28 Februari 2017 silam.

Lebih lanjut Astrid menjelaskan, kalau saat anaknya ngambek, nangis, dan guling-guling di tempat umum, maka ia memilih untuk membiarkan si anak melakukan hal tersebut. Sebab, menurutnya anak akan capek sendiri jika berlama-lama ngambek dan marah.  Meski terlihat tak acuh, sebenarnya Astrid juga memperhatikan buah hatinya. Biasanya secara lembut ia menyampaikan ke anaknya kalau menangis tidak akan mengubah apa pun, sehingga secara perlahan, sang buah hati pun diam dan mengerti.

Hal serupa juga sempat diutarakan oleh psikolog anak, Anastasia Satruyo, MPSi. Menurutnya, anak-anak yang ngambek bukanlah tanpa alasan. Mereka bertindak demikian karena belum mengenal sisi emosionalnya sendiri. Ketimbang menyalahkan anak, Anastasia menyarankan para orang tua agar memperkenalkan sejumlah tipe emosi pada anak, supaya mereka paham dan tahu konsekuensinya.

Tips Mengatasi Anak Ngambek

Anak yang ngambek sebenarnya sedang menunjukkan emosinya, tetapi ia tidak tahu cara yang benar mengekspresikannya seperti orang dewasa pada umumnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Anastasia membagikan tipsnya kepada orang tua dalam mengatasi situasi anak ngambek.

anak ngambek

Beri waktu pada anak

Anastasia berpendapat untuk membiarkan anak-anak mengungkapkan emosinya dan ajak mereka bicara, sehingga mereka lebih mudah diberi nasehat meski hanya melalui perkataan mulut saja. Selain itu, pastikan orang tua berada dalam kondisi yang tenang dan berhati-hati saat menghadapi situasi tersebut. Untuk membuat anak mengerti dan paham memang tidaklah mudah, sehingga diperlukan kestabilan emosi dan ketenangan dalam menghadapi sang buah hati.

Selain itu, kadang-kadang karena anak ngambek ia akan meminta sesuatu yang ingin dipenuhi. Nah, pada saat seperti ini orang tua harus bijak. Tidak semua keinginan anak dikabulkan meski alasannya sayang dan tidak tega.  Dijelaskan juga bahwa saat anak ngambek dan marah, biarkan ia sendiri terlebih dahulu lalu ajaklah bicara jika kondisi sudah membaik, sehingga emosinya sudah cukup tenang dan  bisa menerima pendapat atau perkataan orang lain.

Jangan merayu anak

Hal paling dihindari adalah merayu anak untuk membuatnya tenang. Sikap seperti ini akan menjadikannya seorang pemarah dan mudah ngambek. Ia akan berpikir bahwa cara ngambek bisa membuat orang tua mengeluarkan berbagai jurus atau rayuan yang bikin ia makin senang ke depannya.

Sekilas masalah tersebut tampak sepele. Tetapi perlu disadari bahwa kebiasaan ngambek tanpa memberi pemahaman akan membawa dampak bagi anak, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Dan tentunya, secara emosional, anak menjadi lebih rapuh.